servergps– Tecno secara resmi memperkenalkan Pova 7 Ultra 5G sebagai model teratas dari seri Pova 7 pada bulan Juli 2025. Smartphone ini langsung bersaing dengan Infinix GT 30 Pro yang sudah diluncurkan sebelumnya pada bulan Mei 2025. Keduanya dilengkapi dengan chipset MediaTek Dimensity 8350 Ultra yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan gaming. Perbandingan antara kedua ponsel ini tentunya menarik untuk dianalisis, terutama dari aspek desain, performa, dan fitur-fitur pendukung.
Pova 7 Ultra 5G mengusung desain Interstellar Spaceship yang memiliki garis-garis tegas dan simbol segitiga pada modul kameranya. Lampu status Mini-LED menambah kesan futuristik pada ponsel ini. Di samping itu, perangkat ini telah mendapatkan sertifikasi IP64 yang memastikan ketahanannya terhadap debu dan cipratan air.
Di sisi lain, Infinix GT 30 Pro hadir dengan desain Cyber Mecha 2.0 yang mencolok dan terinspirasi oleh gaya cyberpunk. Lampu RGB di bagian belakang menciptakan nuansa yang dinamis dan kontemporer. Mirip dengan Pova 7 Ultra, Infinix GT 30 Pro juga memiliki peringkat IP64.
Pova 7 Ultra 5G dilengkapi dengan layar AMOLED berukuran 6,78 inci yang memiliki resolusi 1,5K serta refresh rate tinggi mencapai 144Hz. Panel ini dapat mencapai kecerahan maksimum hingga 4.500 nits, sehingga tampilan tetap terlihat jelas meskipun di bawah sinar matahari langsung. Di sisi lain, Infinix GT 30 Pro juga menggunakan layar AMOLED dengan ukuran dan refresh rate yang identik. Namun, panel tersebut hanya dapat mencapai puncak kecerahan 1.600 nits dan dilindungi oleh Corning Gorilla Glass 7i yang kuat.
Kedua ponsel pintar ini dilengkapi dengan chipset MediaTek Dimensity 8350 Ultra yang memberikan performa yang sangat baik. Pova 7 Ultra hanya tersedia dengan RAM 12GB dan kapasitas penyimpanan 256GB, sementara Infinix GT 30 Pro menawarkan pilihan 8GB/256GB dan 12GB/512GB. Hasil pengujian AnTuTu menunjukkan skor yang hampir serupa, yaitu 1,3 juta poin untuk Pova 7 Ultra dan 1,2 juta poin untuk Infinix GT 30 Pro.
Dalam upaya meningkatkan performa bermain game, Tecno telah melengkapi perangkatnya dengan Hyper Cooling System yang memiliki 12 lapisan arsitektur pendingin serta ruang uap seluas 5.300 mm2. Fitur getaran gaming 4D dan speaker ganda Dolby Atmos semakin meningkatkan kenyamanan saat bermain. Sementara itu, Infinix GT 30 Pro juga menawarkan GT Shoulder Triggers yang dapat disesuaikan dalam tiga tingkat dan memberikan fungsi akses cepat ketika tidak sedang bermain game.
Kedua perangkat memiliki konfigurasi kamera yang hampir sama, terdiri dari kamera utama 108MP dan kamera ultrawide 8MP di bagian belakang, serta kamera depan 13MP. Kualitas foto dari kamera utama tampak baik, dengan rentang dinamis yang luas dan detail yang memuaskan dalam kondisi pencahayaan yang memadai. Kamera depan juga mampu menghasilkan warna kulit yang alami dan ketajaman yang ideal untuk keperluan media sosial.
Pova 7 Ultra 5G dilengkapi dengan baterai besar berkapasitas 6.000 mAh dan dukungan pengisian cepat 70W, yang memungkinkan pengisian penuh hanya dalam waktu 44 menit. Selain itu, tersedia juga pengisian daya nirkabel 30W. Sementara itu, Infinix GT 30 Pro menggunakan baterai 5.500 mAh dengan pengisian cepat 45W yang dapat mengisi dari 20 hingga 100 persen dalam waktu 59 menit, serta mendukung pengisian nirkabel 30W.
Di Indonesia, Tecno meluncurkan Pova 7 Ultra 5G yang dilengkapi dengan RAM 12GB dan kapasitas penyimpanan 256GB dengan harga Rp4.999.000. Tersedia dalam dua pilihan warna, yaitu Geek Black dan Geek White. Sementara itu, Infinix GT 30 Pro ditawarkan dalam dua varian harga: Rp3.999.000 untuk model 8GB/256GB dan Rp4.699.000 untuk model 12GB/512GB. Pilihan warnanya mencakup Blade White, Shadow Ash, dan Dark Flare.
Dari berbagai sudut pandang, Pova 7 Ultra 5G dan Infinix GT 30 Pro memiliki keunggulan masing-masing yang menjadikan keduanya layak dipertimbangkan sebagai smartphone gaming di segmen menengah pada tahun 2025. Pilihan terbaik akan bergantung pada kebutuhan serta selera desain dan fitur tambahan.